BUANA PASUNDAN: Nasional
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 September 2026

Prabowo di Forum BRICS: Negara Harus Tangguh, Mandiri dan Tidak Mudah Didikte Kekuatan Global


NEW DELHI  ,
 BUANA PASUNDAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun ketahanan nasional dan kemandirian negara sebagai fondasi menghadapi dinamika geopolitik global. Pesan tersebut disampaikan dalam sesi terbatas bertema

 “ Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism” pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026). 

Dalam forum yang mempertemukan para pemimpin negara anggota BRICS tersebut, Prabowo menempatkan ketahanan nasional bukan semata sebagai persoalan pertahanan dan keamanan, melainkan sebagai kemampuan negara memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta menentukan arah kebijakannya secara mandiri. 

Prabowo terlebih dahulu menyampaikan apresiasi kepada Perdana Menteri India Narendra Modi selaku tuan rumah sekaligus Ketua BRICS 2026. 
Ia juga menyampaikan penghargaan atas kepemimpinan India dalam memperkuat kerja sama negara-negara BRICS. 

 “ Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan terima kasih kepada tuan rumah dan Ketua BRICS tahun ini atas sambutan hangat serta keramahan luar biasa yang diberikan kepada delegasi kami. Saya juga ingin memberikan apresiasi atas kepemimpinan hebat yang ditunjukkan oleh Perdana Menteri Shri Narendra Modi dalam memimpin BRICS,” ujar Prabowo. 

Sebagai anggota baru BRICS, Indonesia menurut Prabowo memiliki kepentingan strategis untuk berkontribusi dalam membangun tata kelola global yang lebih inklusif.

Keanggotaan tersebut juga dinilai membuka ruang bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama ekonomi, energi, pangan, pendidikan dan berbagai sektor strategis lainnya. 
Namun, Prabowo menekankan bahwa kekuatan kolektif dalam forum internasional harus ditopang oleh kekuatan nasional masing-masing negara. 

 “ Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat. Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita, lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa konsep kemandirian yang dibawa Indonesia dalam BRICS memiliki dimensi yang luas. Ketahanan pangan, energi, pendidikan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dipandang sebagai instrumen utama untuk memperkuat daya tahan negara menghadapi tekanan eksternal. 

Prabowo juga secara tegas menyatakan bahwa Indonesia tidak ingin kebijakan nasionalnya ditentukan oleh kepentingan kekuatan tertentu. 
Menurutnya, negara yang memiliki fondasi ekonomi dan sosial yang kuat akan mempunyai ruang lebih besar dalam menentukan kebijakan luar negerinya.

 “ Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu. Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri. Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan,” tegasnya.

Dalam konteks BRICS, sektor energi menjadi salah satu bidang yang dinilai memiliki nilai strategis. 
Integrasi dan konektivitas sistem energi antarnegara anggota dapat memperkuat ketahanan pasokan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

 “ Energi adalah salah satu contoh yang jelas. Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan,” ujar Prabowo.

Pandangan tersebut memperlihatkan bahwa bagi Indonesia, BRICS tidak hanya ditempatkan sebagai forum diplomasi ekonomi, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun kerja sama yang memiliki dampak langsung terhadap ketahanan nasional. Pada akhirnya, pesan utama Presiden Prabowo di KTT BRICS 2026 berangkat dari satu prinsip: kekuatan internasional harus dibangun dari ketangguhan di dalam negeri. Negara yang mampu memenuhi kebutuhan rakyatnya, menjaga ketahanan energi dan pangan, meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat ekonomi akan memiliki posisi tawar yang lebih kokoh dalam percaturan global. 

Melalui BRICS, Indonesia mendorong agar kerja sama multilateral tidak berhenti pada deklarasi politik, tetapi diterjemahkan menjadi kolaborasi konkret yang memperkuat kemandirian, stabilitas dan kesejahteraan masyarakat negara-negara anggotanya. (Red) 


Editor:HR Oen

Jumat, 28 Agustus 2026

Momen Bersejarah, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Masuk Daftar Anggota Kehormatan KSBSI


JAKARTA , BUANA PASUNDAN – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., resmi diangkat sebagai Anggota Kehormatan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Pengangkatan tersebut merupakan salah satu keputusan yang dihasilkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSBSI Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Jumat (28/8/2026). 

Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan, keputusan tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus simbol kedekatan dan kerja sama yang selama ini telah terbangun antara KSBSI dengan Polri. 
Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI tertuang dalam salah satu Surat Keputusan Rakernas KSBSI Tahun 2026 yang dibacakan dalam acara penutupan Rakernas. 

Elly menyebut, Kapolri selama ini memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan. 
Termasuk melalui keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri yang diharapkan dapat semakin memperkuat perlindungan dan pelayanan terhadap para pekerja di seluruh Indonesia. 

 “ Kami berharap Desk Ketenagakerjaan bukan hanya dikenal di tingkat pusat, tetapi di seluruh provinsi dan di seluruh daerah,” ujar Elly.

Menurutnya, kehadiran Desk Ketenagakerjaan menjadi bagian penting dalam membangun hubungan industrial yang lebih baik melalui pendekatan yang humanis serta mengedepankan komunikasi dan dialog. 

 “ Kami masih ingin melihat pendekatan yang humanis terus diperkuat. Ketika terjadi persoalan hubungan industrial, kami berharap yang dikedepankan adalah dialog sosial,” ungkapnya. 

Elly berharap Polri terus menjadi institusi yang semakin dekat dengan masyarakat, termasuk kalangan pekerja dan serikat buruh, serta mampu menjadi mitra dalam menciptakan hubungan industrial yang damai. 
Ia menegaskan bahwa pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan merupakan bagian dari komitmen KSBSI untuk terus menjaga hubungan dan kolaborasi yang telah terbangun. 

 “ Di SK Bapak nanti kami tidak menyebut Bapak sebagai Kapolri, tetapi nama Bapak, supaya Bapak tetap kami pelihara selama-lamanya. Selamat datang di keluarga KSBSI,” kata Elly. 

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. 
Menurutnya, pengangkatan tersebut sekaligus menjadi amanah bagi Polri untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para pekerja. Kapolri menegaskan bahwa keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri akan terus dioptimalkan sebagai mitra strategis bagi pekerja dan serikat buruh, khususnya dalam membantu menangani persoalan hubungan industrial maupun berbagai persoalan yang berdampak terhadap kehidupan pekerja. 

 “ Bagi kami, ini suatu apresiasi untuk institusi Polri, sekaligus juga menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh,” ujar Kapolri.


Menurut Kapolri, Polri memiliki kewajiban untuk hadir memberikan perlindungan terhadap pekerja, termasuk dari berbagai persoalan kejahatan maupun tindakan yang dapat merugikan hak dan kepentingan buruh. 

Ia berharap Desk Ketenagakerjaan Polri dapat terus diperkuat dan semakin optimal dalam menjalankan perannya. 

 “ Desk Ketenagakerjaan harus menjadi mitra strategis untuk perlindungan rekan-rekan buruh sekalian,” tegas Kapolri.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan bahwa kedekatannya dengan kalangan buruh telah membangun ikatan tersendiri. Bahkan, ia menyebut pertemuan dan interaksi bersama serikat pekerja telah menjadikan lingkungan buruh sebagai salah satu “rumah kedua” baginya. 

 “ Semakin hari, semakin saya bertemu dengan rekan-rekan buruh, tanpa saya sadari ini menjadi rumah kedua saya. Oleh karena itu, kewajiban bagi kita, begitu kita masuk di sebuah rumah, rumahnya harus nyaman dan anggota keluarga di dalamnya juga harus sejahtera,” pungkas Kapolri. 

Pengangkatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Anggota Kehormatan KSBSI menjadi salah satu keputusan penting Rakernas KSBSI Tahun 2026, sekaligus menandai komitmen untuk terus memperkuat sinergi antara Polri dan kalangan pekerja dalam membangun hubungan industrial yang dialogis, humanis, serta berorientasi pada perlindungan dan kesejahteraan buruh.(red)

Editor : HR Oen 
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done